Pemerintah Jawa Barat Dukung Penghentian Program Analog TV

Sabtu, 16 Juli 2022 10:27 WIB

Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo RI Danny Januar Ismawan (kiri), Kepala Diskominfo Jabar Ika Mardiah (tengah) menjelaskan upaya penanggulangan blankspot internet dalam IKP Fest 2022 di Pantai Indah Resort Pangandaran, Jumat (15/7/2022)

INFO JABAR - Pemerintah pusat dan daerah mengakselerasi program analog switch off (ASO) atau penghentian siaran analog secara menyeluruh hingga 2 November 2022. Upaya sosialisasi, pendataan warga yang berhak menerima set top box (STB), hingga distribusi STB ke rumah-rumah warga terus dilakukan. 

Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemkominfo Marvel P Situmorang mengatakan, ASO tahap pertama dilakukan pada 30 April 2022, kemudian ASO kedua 25 Agustus dan terakhir 2 November 2022. 

Dalam setiap tahapan terdapat sejumlah parameter untuk menjalankan ASO, baik itu kesiapan infrastruktur, program siaran harus dipastikan pindah ke digital, sosialisasi, dan ekosistem kesiapan masyarakat yaitu keluarga miskin yang harus diberikan bantuan STB. 

Dari 514 kota kabupaten di Indonesia, menurutnya, hanya 341 kota kabupaten yang terdampak ASO. Adapun kota kabupaten yang tidak terdampak lantaran tidak memenuhi kriteria ASO seperti tidak tercover siaran analog, banyak yang tidak memiliki televisi, masih banyak blankspot dan memanfaatkan televisi berlangganan. 

"Dari soal data pun kami perlu melakukan kompilasi dengan Kementerian Sosial untuk mendapatkan figur atau agregat berapa jumlah warga miskin yang harus dibantu STB," kata Marvel pada Talkshow Role Model Sosialisasi ASO dan Penyerahan Bantuan STB yang dilaksanakan secara hybrid di Kabupaten Pangandaran, Jumat, 15 Juli 2022.

Namun, dia melanjutkan, Presiden mengamanatkan agar tidak bertumpu pada DTKS (Kemensos). "Maka kita bersama Kemendagri menggunakan data P3KE atau Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem," ujarnya. 

Marvel mengatakan, data calon penerima STB yang diberikan Dirjen Disdukcapil akan divalidasi berjenjang dari pemerintah desa sampai bupati. Hal ini sesuai dengan radiogram Kemendagri.

Ia berharap, dalam waktu empat bulan atau sebelum 2 November urusan ASO dan distribusi STB tuntas. "Mudah-mudahan minggu depan mulai didistribusikan itu wilayah Jabodetabek. Kemudian diikuti ibu kota provinsi seperti Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar. Sembari menunggu data, kami gunakan data P3KE," kata dia. 

Adapun, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang IKP Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, proses ASO 2022 ini ditempuh dengan tiga strategi sosialisasi untuk meningkatkan awareness terkait ASO, yaitu above the line, through the line, dan below the line.

"Jadi semua kita gandeng untuk sosialisasi ini. Hasilnya berdasarkan riset saat ini kesiapan masyarakat untuk kesiapan digital 78,9 persen. Jadi kami optimistis masyarakat bisa beralih," kata Rosarita. 

Kepala Diskominfo Jabar Ika Mardiah memastikan pihaknya siap mendukung proses ASO di Jabar yang saat ini telah berjalan. "Proses ASO sudah ada timeline-nya kami ingin ada kisah sukses dari Jabar dan Jabar dapat jadi role model ASO dan pendistribusian STB," ujarnya. 

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar Adiyana Slamet mengtakan, pihaknya turut melakukan sosialisasi ASO dan telah menjangkau 38 titik di Jabar bersama dua perguruan tinggi di Jabar. (*)