Pemprov Jabat Tetap Genjot Vaksinasi dan Skrining PMK

Jumat, 29 Juli 2022 18:30 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melaporkan pada tahap awal vaksin yang telah didistribusi ke kabupaten/kota sebanyak 121.200 dosis,

INFO JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan tetap menggenjot vaksinasi dan skrining kendati penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menurun dengan signifikan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa tim satgas penanganan PMK yang dibentuk sebelumnya masih beroperasi, termasuk skrining hewan ternak yang didatangkan dari luar Jabar. "Penjagaan terhadap hewan yang datang dari daerah luar Jabar tetap dilaksanakan, artinya tim satgas yang dibentuk oleh Pak Gubernur belum dibubarkan, tetap bisa bekerja," ujarnya di Kota Bandung, Jumat, 29 Juli 2022.

Sebelumnya, dilaporkan Vaksin PMK tahap awal yang telah didistribusi ke kabupaten/kota Jawa Barat sebanyak 121.200 dosis. Berdasarkan laporan, telah divaksinasikan sebanyak 97.542 ekor atau 80,48 persen. "Alhamdulillah PMK di Jabar menurun sangat drastis, bahkan pada suatu hari ada nol penambahan," kata Uu.

Setelah hari raya Iduladha, Uu melanjutkan, pihaknya tidak lagi menerima laporan negatif terkait hewan kurban. Ibadah kurban selama Idul Adha terpantau aman dan lancar.

Akan tetapi, data menunjukkan bahwa kondisi PMK pada hewan sapi cukup mempengaruhi pelaksanaan ibadah kurban pada tahun ini. Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah total hewan kurban baik sapi, kerbau, domba, dan kambing tahun 2022 sebanyak 167.145 ekor. Menurun 24 persen dibandingkan tahun 2021 sebanyak 219.536.

Secara rinci, hewan sapi yang disembelih sebanyak 46.800 ekor, atau menurun 31 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 68.167 ekor. Namun hewan kurban domba, kambing, dan kerbau mengalami peningkatan. Pemotongan kurban untuk ternak Domba sebanyak 118.248 ekor (naik 2 persen), kambing sebanyak 40.718 ekor (naik 18 persen), dan kerbau sebanyak 631 ekor (naik 15 persen).

"Saya ucapkan syukur alhamdulillah, bahwa di saat hari raya Iduladha tidak ada hal-hal yang mengecewakan. Semuanya berjalan dengan lancar, sekalipun ada PMK tapi tetap lancar. Masyarakat tidak kekurangan daging dan hewan ternak untuk berkurban," kata Uu.

Sebagai informasi, per tanggal 28 Juli 2022, PMK telah menyebar di 27 kabupaten/kota, 347 kecamatan dan 808 desa/keluarahan di Jabar. Jumlah ternak tertular 50.836 ekor, dengan perincian 34.086 ekor sapi perah, 14.962 ekor sapi potong, 422 ekor domba/kambing, dan1.366 ekor kerbau.

Pasca-penanganan yang telah dilakukan hingga 28 Juli 2022, tersisa kasus PMK pada 185 kecamatan (53,3 persen), 331 desa (40,9 persen), serta kasus aktif pada ternak sebanyak 15.156 kasus (50 persen). (*)