Ribuan Siswa Bandung Ikut Orasi Kebangsaan

Jumat, 5 Agustus 2022 10:13 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil orasi kebangsaan di depan ribuan siswa tingkat SLTA di di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022).

INFO JABAR - Ribuan siswa SMA, SMK, SLB se-Bandung Raya mengikuti orasi kebangsaan di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis, 4 Agustus 2022. Upaya membekali ribuan siswa dengan wawasan kebangsaan ini turut menghadirkan penceramah Gus Miftah.

Gus Miftah memadukan tausiah dengan humor milenial sehingga pas dengan karakter anak muda. Hal itu sesuai dengan tema yang diangkat, “Moderasi Beragama dan Berbangsa yang Menyenangkan”.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap kegiatan ini membawa hasil positif untuk kebangsaan. "Mudah-mudahan orasi kebangsaan ini menjadi penguat agar kita jauh dari pertengkaran, selalu menjadikan Jawa Barat yang damai dan toleran oleh narasi-narasi seperti tadi," ujarnya.

Sekitar 1.500 siswa hadir di Youth Center Sport Jabar Arcamanik. Mereka merupakan pemimpin di kelasnya. Hadir juga para guru mata pelajaran PPKN. Sementara sisanya 3.000 siswa hadir secara virtual. 

Ridwan menyampaikan target dalam orasi kebangsaan, yaitu anak muda yang rentan terhadap asupan informasi dari media sosial dan lingkungannya yang berpotensi melemahkan wawasan kebangsaan. "Mereka nantinya bisa meneruskan ke lingkungan terdekatnya. Inilah investasi, nanti panennya kedamaian dan kondusivitas yang kita cita-citakan," katanya.

Ridwan juga memastikan bahwa Jabar merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mempunyai kurikulum anti-radikalisme. "Kita sedang mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan lokal atau muatan lokal," kata dia.

Setelah di Bandung Raya, orasi Kebangsaan juga akan digelar pada beberapa wilayah lainnya di Jabar, yaitu Priangan Timur, Ciayumajakuning, Purwasuka, dan Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi). "Tetap menyasar anak-anak SMA, SMK, dan SLB akan berlangsung di lima wilayah Jabar," ucap Ridwan.

Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah menjelaskan, orasi kebangsaan dirancang sebagai bentuk edukasi dan pembelajaran kepada para siswa untuk lebih mencintai bangsa dan negaranya. "Kita tumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme dengan memberikan pemahaman keragaman bangsa yang happy dan menyenangkan," katanya.

Menurut dia, bangsa ini sudah terlalu lelah terhadap hal yang memperbesar perbedaan sehingga menimbulkan permusuhan antara satu kelompok dengan lainnya. "Maka kami menganggap penting untuk membuat acara ini sehingga anak-anak didik kita mampu memahami kebangsaan secara baik dan benar, menganggap perbedaan itu rahmat bukan pemicu menjadi permusuhan," tutur pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu.

Di penghujung acara, Ridwan Kamil dan Gus Miftah menyerahkan 10 juta lembar bendera merah putih untuk masyarakat secara simbolis kepada perwakilan siswa. (*)