Wagub Jabar dan Relevansi Dasasila Bandung untuk Perdamaian Dunia di Peringatan KKA ke-67

Senin, 18 April 2022 21:33 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan sambutan pada acara Peringatan 67 Tahun Konferensi Asia Afrika, di Halaman Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika No. 65, Kota Bandung, Senin (18/4/2021)

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan sambutan pada acara Peringatan 67 Tahun Konferensi Asia Afrika, di Halaman Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika No. 65, Kota Bandung, Senin (18/4/2021)

    INFO JABAR - Peringatan Konferensi Asia Afrika rutin digelar setiap tanggal 18 April. Tahun ini, peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) diperingati pada Senin, 18 April 2022. 
    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan peringatan Konferensi Asia Afrika ke-67 itu dimaknai sebagai momentum untuk membangkitkan semangat perdamaian dunia. Uu mengatakan Dasasila Bandung masih sangat relevan diterapkan untuk kondisi saat ini. 
    “Kami yakin Dasasila Bandung yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika masih relevan dengan situasi dan kondisi hari ini. Perdamaian masih dibutuhkan oleh bangsa-bangsa di dunia,” ujar Uu di acara Peringatan 67 tahun KAA, di halaman Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin, 18 April 2022. 
    Dasasila Bandung merupakan istilah untuk sepuluh poin hasil KAA yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 silam. Dasasila Bandung itu intinya berisi tentang pernyataan sikap mengenai dukungan bagi perdamaian dunia.
    Prinsip-prinsip Dasasila Bandung dilandaskan pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip-prinsip Jawaharlan Nehru. Di antara prinsip Dasasila Bandung itu yakni, adanya komitmen pada dialog terbuka dengan landasan saling menghormati dan keuntungan bersama.
    Uu pun mengatakan agar momentum KAA itu dijadikan sebagai pengingat bahwa kita harus mengedepankan perdamaian di atas segala hal. “Oleh karena itu momentum kali ini tiada lain untuk mengingatkan dunia, bahwa kita harus berdamai dengan siapapun,” katanya. 
    Ia berharap peringatan KAA juga menyentuh kembali perhatian dunia untuk rakyat Palestina, yang hingga saat ini masih mengalami konflik dan peperangan. Uu mengajak masyarakat untuk berdoa bersama di bulan suci Ramadan bagi perdamaian di Palestina. 
    “Saya berharap dengan momentum hari yang bersejarah ini, negara-negara di dunia memberikan perhatian terhadap rakyat Palestina yang sudah sekian puluh tahun selalu terjadi konflik dan peperangan,” ucapnya. 
    Orang nomor dua di Jawa itu mengatakan warga Jawa Barat khusunya, harus berani bersikap agar mau mengedepankan perdamaian dunia. Khusunya untuk masalah konflik Palestina-Israel, ia meminta agar warga senantiasa mendoakan kemerdekaan bagi warga Palestina. 
    “Jangan biarkan Palestina sendirian. Terutama kepada negara-negara Islam, minimal kita berdoa di bulan Ramadan ini untuk perdamaian di Palestina,” ujarnya. 
    Diplomat Ahli Utama Kementerian Luar Negeri Teguh Wardoyo menjelaskan momentum peringatan 67 tahun KAA ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga perdamaian.
    Momentum ini memiliki arti penting yang menjadi kebanggaan, tak hanya bagi masyarakat Bandung khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, tapi berpengaruh terhadap bangsa-bangsa di Asia dan Afrika. “Mengutip pidato Presiden Soekarno pada pembukaan KAA 67 tahun lalu, tak ada tugas yang lebih mendesak daripada memelihara perdamaian,” kata Teguh. 
    “Tanpa perdamaian, kemerdekaan kita tak banyak faedahnya. Pemulihan dan pembangunan negeri kita akan sedikit sekali artinya,” ungkap Teguh yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI Untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Otoritas Nasional Palestina. 
    Teguh menilai, tema peringatan 67 Tahun KAA, yakni "Recover Together, Recover Stronger" senada dengan semangat kerja sama dan solidaritas dalam membangun bangsa Asia dan Afrika yang digaungkan dalam pidato Presiden Soekarno. 
    Menurut dia, tema tersebut juga membawa makna penting untuk mengimplementasikan kerja sama dan solidaritas tersebut di masa penormalan baru pasca terjangan pandemi Covid-19. “Tema ini mengusung pesan universal berupa semangat pemulihan ekonomi secara bersama pasca pandemi baik bagi kepentingan nasional Indonesia, maupun Asia Afrika,” ucapnya. 
    Peringatan 67 Tahun KAA melibatkan lebih dari 300 anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung sebagai pengibar bendera dan drumband. Keterlibatan Pramuka pada peringatan KAA ini adalah kali pertama dalam tradisi pengibaran bendera di Museum KAA pasca pandemi Covid-19. Tradisi tahunan ini sempat terhenti lantaran menghindari kerumunan di masa pandemi.
    "Jadi ini pengibaran bendera perdana bagi Pramuka pasca pandemi. Tahun 2021 lalu staf museum sendiri yang mengibarkannya,” kata Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi, melalui keterangan resminya. 
    Pelaksanaan peringatan 67 tahun KAA ini digelar secara hibrida yakni perpaduan luring dan daring. Untuk daring, peringatan itu digelar melalui platform Zoom dan kanal YouTube @asiafricamuseum guna mengindari kerumunan dan menjaga protokol kesehatan. 
    Dalam peringatan KAA kali ini diagendakan sejumlah rangkaian kegiatan dari April - Juni 2022, diantaranya Peluncuran Perangko Edisi Khusus Peringatan 67 Tahun KAA, "Asian-African Friendship Day: International Students Gathering", serta event tahunan lomba edukasi sejarah "Bandung Historical Study Games."(*)



     
    Selengkapnya