Antisipasi Hepatitis, Ridwan Kamil Pantau Rumah Sakit

Senin, 9 Mei 2022 15:41 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil saat meninjau RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

    Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil saat meninjau RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung. Langkah ini untuk mengantisipasi kasus hepatitis akut yang tengah mengemuka.

    "Saya laporkan di Jawa Barat belum ada (hepatitis akut), dan mudah-mudahan tidak ada.  Masyarakat diimbau yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi Covid-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tenang saja, negara sudah siap untuk mengatasi jika ada (kasus)," kata Ridwan Kamil di RSHS Bandung, Senin, 9 Mei 2022.

    Dia menyampaikan, pihaknya membentuk tim ahli dari kesehatan untuk mempersiapkan skenario terbaik bilamana kasus hepatitis akut ini terjadi Jabar. "Di Jawa Barat tim ahli sudah dibentuk bersama RSHS. Laboratorium disiapkan untuk mengecek apakah ini kategori hepatitis akut dan lain sebagainya. Saya cek sudah siap, bahkan teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki," katanya. 

    RSHS, Ridwan Kamil melanjutkan, juga telah menyiapkan sejumlah ruangan khusus apabila ada yang suspek hepatitis akut. Sebagaimana dilaporkan, penyakit ini menyasar bayi hingga remaja umur 16 tahun. "Dari catatan memang (hepatitis akut) terjadinya di usia bayi sampai 16 tahun. Namun kita belum mengetahui alasan sasaran  di usia tersebut, tapi statisik menunjukkan itu," ucap Ridwan Kamil.

    Karena itu, ia kembali mengimbau agar masyarakat konsisten menjalankan hidup yang sehat. “Kalau penularan lewat pernapasan pakai masker, jaga jarak, kurangi kerumunan, dan jangan saling tukar alat makan. Kalau ada keluarga yang sakit jangan terlalu banyak berinteraksi," katanya.

    Sementara itu, terkait penanganan Covid-19 di Jabar, Ridwan Kamil memastikan kondisi terkendali dan tingkat keterisian rumah sakit saat ini hanya 0,8 persen. "Kasus aktif tersisa 1.500 dari puncaknya ratusan ribu, dan rata-rata sudah banyak yang sembuh. Terbukti seperti di RSHS hanya tiga anak yang diawat akibat Covid-19, dan empat orang dewasa. Jadi minim," ujar dia. (*)




     
    Selengkapnya