Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ridwan Kamil Ajak Seniman dan Budayawan Cegah Persebaran Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020 10:29 WIB

Iklan

INFO JABAR — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengajak seniman dan budayawan Jabar untuk menyosialisasikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, seperti disiplin jaga jarak dan pakai masker. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

"Permintaan saya, ajaklah warga untuk taat peraturan melalui seni atau karyanya sehingga kita bisa cepat hidup normal. Kalau tidak ada halangan atau indeks perkembangan Covid-19-nya hanya satu selama 14 hari ke depan maka harusnya bulan Juli kita bisa normal lagi," kata Ridwan Kamil yang kerap disapa Emil dalam forum digital kebudayaan Jabar bersama para seniman/budayawan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2020.

Dikutip dari keterangan resmi Humas Jabar, Emil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan memfasilitasi seniman dan budayawan berupa ruang pentas kesenian digital. Apalagi, sekitar 10 ribu seniman di Jabar terdampak Covid-19.

"Kita bikin ruang pentas kesenian digital, anggaran dan honor untuk seniman kita siapkan, nanti diatur-atur genrenya ada pentas tarinya, lagu, sastra, wayang dan lain-lain. Minggu depan harus sudah ada termasuk forum digital kebudayaan Jabar ini juga harus dirutinkan," ucapnya.

Selain itu, Emil menyatakan, kegiatan seni dan budaya dapat berlangsung di wilayah yang berada di level 2 atau zona biru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kalau ada yang bertanya, apakah seniman, budayawan boleh berkarya lagi di ruang publik? Rekomendasi saya adalah hanya memungkinkan di zona biru kemudian koordinasikan dengan bupati/wali kota," ujar dia.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah, lima daerah (Kab. Garut, Pangandaran, Sumedang, Bandung Barat, dan Kota Sukabumi) berada zona biru atau ditemukan kasus secara sporadis, baik lokal maupun kasus impor, maka perlu diterapkan physical distancing.

"Wayahna kalau wayang golek harus berjarak satu atau satu setengah meter antara nayaga termasuk penontonnya itu boleh silakan. Tapi kalau di zona kuning seperti Kota Bandung dan lainnya kegiatan masih dibatasi apalagi yang merah," katanya. (*)

Iklan