Menuju Geopark Internasional, Menteri Suharso Dorong Persiapan Geopark Pulau Belitung

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 5 September 2020 11:32 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Saat melaksanakan rapat koordinasi Bappenas dengan Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pemkab. Belitung, dan Pemkab. Belitung Timur (Beltim) terkait isu infrastruktur, pariwisata/geopark, pertambangan, lingkungan hidup, pelayanan kesehatan, dan lainnya yang diselenggarakan di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Bupati Belitung Timur, Jumat (4/9/20).

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Saat melaksanakan rapat koordinasi Bappenas dengan Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pemkab. Belitung, dan Pemkab. Belitung Timur (Beltim) terkait isu infrastruktur, pariwisata/geopark, pertambangan, lingkungan hidup, pelayanan kesehatan, dan lainnya yang diselenggarakan di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Bupati Belitung Timur, Jumat (4/9/20).

    INFO BABEL-- Menteri PPN/ Bappenas Republik Indonesia, Suharso Monoarfa mendorong persiapan pengajuan geopark nasional di Pulau Belitung menjadi geopark internasional yang diakui oleh UNESCO. 
     
    Saat meninjau Pusat Informasi Geologi Belitung pada Jumat (4/9/20) Menteri Suharso didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dapat mengetahui lebih terperinci Geosite Geopark Belitong yang saat ini memiliki 17 geosite. 
     
    Dijelaskan oleh perwakilan Badan Pengelola Geopark Belitong, dalam mempersiapkan Geopark Belitong menjadi geopark internasional membutuhkan setidaknya 20 geosite, sedangkan hingga saat ini baru sebanyak 17 geosite yang sudah siap.
     
    Selain harus memenuhi persyaratan utama ini, kriteria lain yang juga harus terpenuhi adalah pariwisata, sumber daya alam, edukasi, konservasi, dan beberapa kriteria lain yang akan di revalidasi setiap empat tahun sekali. 
     
    “Kami sudah menginventarisir potensi geosite di Belitung ini yang sebenarnya berjumlah 40 geosite. Hanya saja tidak semua berada dikawasan hutan lindung. Sehingga kami membutuhkan banyak dukungan dalam pengembangan kawasan-kawasan,” ucapnya. 
     
    17 geosite yang telah menjadi geopark nasional ini di antaranya adalah Juru Seberang, Desa Wisata Terong, Bukit Peramun, Kuale Sijuk, Open pit Nam Salu, Tanjugg Kelayang, Gunung Lumut, Batu Pulas, Burung Mandi, Batu Bedil Garanit Tebay Rasau, Batu Baginde, Garumedang Tektit, Gunung Tajam, Lava Bantal Siantu, Trias, Hutan Kerangas Cendil, dan Pantai Punai. 
     
    Gubernur Erzaldi menjelaskan, bahwa jumlah 40 geosite ini hanya yang berada di Pulau Belitung saja. “Bicara geosite, kita tidak membedakan antara Belitung dan Belitung Timur, tetapi Pulau Belitung secara keseluruhan dan hingga saat ini masing-masing sangat bersinergi,” ujarnya. 
     
    “Beberapa hal masih membutuhkan banyak dukungan, kami pemda berharap mendapat sentuhan dan dukungan pemerintah pusat, seperti akses menuju geosite-geosite ini,” tuturnya. 
     
    Menanggapi hal ini, Menteri Suharso sangat mendukung persiapan ini dan minta agar pemda bersama Badan Pengelola Geopark Belitong memaksimalkan persiapan menuju geopark internasional, mengingat penyampaian kepada UNESCO akan dilaksanakan pada bulan November. 
     
    “Ini akan berpotensi pada peningkatan tourism dan efek terhadap perekonomian Babel, sehingga harus betul-betul diperjuangkan,” katanya.(*)