Wagub Jabar Deklarasikan Gerakan Pembumian Pancasila

Minggu, 16 Februari 2020 19:05 WIB


INFO JABAR -— Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, mendeklarasikan Gerakan Pembumian Pancasila di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu, 16 Februari 2020. Acara ini dirangkai dengan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta.

Menurut Wagub Uu, masyarakat harus mengetahui dan memahami bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final dan lahir berdasarkan kesepakatan bersama seluruh elemen bangsa.

“Melalui gerakan ini masyarakat harus paham bahwa Pancasila sebagai dasar negara yang lahir berdasarkan kesepakatan seluruh bangsa Indonesia dari berbagai macam agama dan komunitas,” kata Uu.

Menurut dia, Pancasila sudah tidak boleh diganggu gugat, sudah tidak boleh dipermasalahkan. Daripada mempermasalahkan tentang dasar negara Pancasila, lebih baik kita berbicara tentang pembangunan, pendidikan, ekonomi, kesehatan menuju Indonesia maju dengan SDM unggul.

Uu berharap, melalui Gerakan Deklarasi Pembumian Pancasila, yang dihadiri oleh berbagai unsur dan komunitas masyarakat, bisa menjadi sebuah gambaran tentang Provinsi Jawa Barat yang toleran dan mengedepankan persatuan dan kesatuan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini merupakan sebuah gambaran bahwa masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang toleran, yang saling menghargai dalam bidang akidah dan hal lain,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Netty Prasetiyani Heryawan, yang hadir pada acara ini menegaskan, rakyat Indonesia adalah pewaris yang sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Netty, tidak boleh ada keraguan terhadap Pancasila sebagai sebuah ideologi negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. “Tidak boleh ada keraguan terhadap Pancasila sebagai landasan ideologi negara, sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.

Ketua Panitia Acara Deklarasi Gerakan Pembumian Pancasila Pamriadi mengatakan, pihaknya  menggelar acara deklarasi melalui jalan sehat dengan tujuan menyosialisasikan Gerakan Pembumian Pancasila kepada masyarakat.

Sementara itu di tempat terpisah, Wagub Uu mengajak pengusaha muslim untuk menjalankan usahanya dengan tuntunan nilai-nilai islam.

“Tata cara berdagang maupun berbisnis dapat dipelajari dalam ilmu fikih. Misalnya, ketika ada proses jual-beli, harus ada syarat antara penjual dan pembeli, pembayaran, dan barang yang diperjualbelikan,” kata Kang Uu dalam Silaturahmi Nasional Perhimpunan Pengusaha Muslim yang tergabung dalam Lariba Islamic Indonesia di Hotel Grand Asrilia, Bandung.

Menurut Kang Uu, banyak pengusaha yang sudah menerapkan usaha dengan tuntunan nilai-nilai islam. Di Amerika Serikat, kata dia, sejumlah restoran cepat saji menjalankan usahanya dengan nilai-nilai islam.

“Tapi kalau kita melihat ke restoran cepat saji, sebagai pembeli kita ditanya dulu oleh petugasnya dengan sikap dan senyuman yang baik. Kita minta (misalkan) goreng ayam ditambah minuman. Tidak bisa kita langsung makan dan, bahkan tidak diberikan dulu itu makanan (goreng ayamnya) kalau belum ada pembayaran yang sah,” ucapnya.

Uu berharap, Lariba Islamic Indonesia bisa mengembalikan dan melaksanakan konsep berbisnis yang sesuai dengan aturan Islam. Selain itu, dia mengapresiasi Lariba karena mengedepankan kehalalan, kebermanfaatan, dan kesuksesan dalam berbisnis. (*)