PPKM di Jabar Berjalan Baik, Tingkat Keterisian RS Menurun

oleh:

TEMPO.CO

Senin, 15 Februari 2021 19:21 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memimpin rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (8/2/2021) lalu. (Foto: Pipin/Humas Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memimpin rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (8/2/2021) lalu. (Foto: Pipin/Humas Jabar).

    INFOJABAR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah memperpanjang Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di 27 kabupaten/kota yang berlaku sejak 26 Januari- 8 Februari 2021. Kebijakan tersebut dinilai berhasil seiring sejumlah indikator penanganan Covid-19 yang terdeteksi membaik.

    Saat ini tingkat keterisian rumah sakit di Jabar semakin menurun.  Padahal sebelumnya kapasitas keterpakaian tempat tidur RS di Jabar sempat melebihi anjuran keterisian tempat tidur yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebesar 60 persen. "Per hari ini itu keterisian rumah sakit, Alhamdulillah sudah di bawah standar PBB, 58 persen,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 15 Februari 2020.

    Diketahui, tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi dari 308 RS di Jabar sempat menyentuh angka 80 persen pada akhir Desember 2020 lalu. Per 23 Januari 2021 menurun di angka 73,06 persen. lalu per 31 Januari kembali turun di angka 69,37 persen. 

    Penurunan tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi kembali terjadi per 1 Februari 2021, yaitu di angka 69,10 persen. Setelah dilaksanakan PPKM, hingga kini menjadi 58 persen.  “Standar kritis (tingkat keterisian) nasional yang 70 juga dilewati, standar kritis WHO sudah dilewati,” kata Gubernur Jabar. 

    Ridwan Kamil menambahkan, Pemprov juga berhasil menjaga konsistensi tingkat kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Ssaat ini angka kedisiplinan masyarakat di Jabar dalam menyikapi Covid-19 tetap di angka sekitar 80 persen. 

    Menurut dia, tingkat kematian akibat Covid-19 di Jabar juga masih konsisten. Hal itu seiring dengan sistem pendataan yang lebih baik.   “Jadi sebenarnya sudah membaik dan alhamdulillah kasus-kasus yang double double dengan masa lalu juga sudah, masih ada tapi sudah berkurang, sehingga tidak mengagetkan seperti yang awal-awal di Januari 2021,” katanya

    Meski begitu, Ridwan Kamil memastikan, evaluasi terhadap PPKM di 27 kabupaten kota tetap akan dilakukan. Bilamana sudah tampak ada kemajuan yang besar dalam menekan angka kasus positif Covid-19, maka Jabar dapat melakukan pelonggaran.  "Kelihatannya dengan statistik yang membaik mudah-mudahan kita bisa ada pelonggaran dengan cara tetap produktif tapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” katanya.