Strategi Pemprov Jabar Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

oleh:

TEMPO.CO

Minggu, 21 Februari 2021 14:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun strategi guna menyelamatkan dan memulihkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terkena dampak Pandemi Covid-19. Hal ini dilalui dengan menawarkan sejumlah kemudahan terhadap pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan. 
     
    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji, mengatakan pandemi Covid-19 menjadikan daya beli masyarakat mengalami penurunan. Akibatnya, berdampak ke penjualan UMKM Jabar yang anjlok hingga 80 persen, bahkan tak sedikit yang gulung tikar. 
     
    "Dalam kondisi tersebut, ada yang bertahan, ada juga yang sama sekali menghentikan usaha," ujar Kusmana berdasarkan rilis resmi Tim Humas Jabar. 
     
    Menurut Kusmana, terdapat sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di masa Pandemi. Selain penurunan pendapatan, juga terkendala dengan kelangkaan dan naiknya harga bahan baku. Selain itu, pelaku UMKM pun sulit mengakses permodalan. Hal ini dapat menghambat rantai produksi dan distribusi barang. 
     
    Melihat dari situasi tersebut, pihaknya berupaya mencari jalan keluar dengan merumuskan sejumlah strategi. Tahap pertama adalah mempermudah UMKM mendapatkan bahan baku.
     
    "Kemudian membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), fasilitasi pembiayaan dan pemasaran, sampai program padat karya," ucapnya. 
     
    Diketahui, berdasarkan data Dinas KUK Jabar, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4,6 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 persen merupakan usaha mikro dan kecil. 
     
    Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar Ipong Witono menyatakan, peningkatan daya beli masyarakat amat krusial untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi Covid-19. 
     
    Pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar sudah berupaya meningkatkan daya beli dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos), baik kepada masyarakat umum, pekerja, maupun pelaku usaha mikro. Selain dengan bansos, peningkatan daya beli masyarakat akan dilakukan dengan penyediaan lapangan kerja.
     
    Menurut Ipong, Pemprov Jabar juga sudah meluncurkan marketplace bernama borongdong.id untuk meningkatkan penjualan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jabar. Marketplace ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jabar yang secara penghasilan tetap stabil meski masa Pandemi Covid-19.
     
    Selain melalui program pemerintah untuk memulihkan ekonomi, Ipong pun menekankan bahwa kolaborasi semua pihak amat krusial dalam membangkitkan UMKM maupun mengakselerasi pemulihan ekonomi daerah. 
     
    "Setiap insan Jabar sejatinya adalah pelaku pemulihan ekonomi. Dengan taat pada protokol kesehatan, masyarakat telah memberi kontribusi pada pemulihan ekonomi Jabar," ucapnya. (*)