Mobil Vaksinasi Covid-19 Jabar Mudahkan Lansia

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 23 Februari 2021 16:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual persiapan vaksinasi tahap kedua bersama Menteri Kesehatan RI dan beberapa gubernur dari Gedung Pakuan Bandung Senin (22/2/2021). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual persiapan vaksinasi tahap kedua bersama Menteri Kesehatan RI dan beberapa gubernur dari Gedung Pakuan Bandung Senin (22/2/2021). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    INFOJABAR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memiliki inovasi agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap II dapat terselenggara maksimal. Salah satunya menghadirkan mobil vaksin Covid-19 yang bakal fokus menjangkau masyarakat dari kalangan lanjut usia (lansia)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, selain menjangkau lansia sebagai sasaran penerima vaksin, mobil ini juga akan berkeliling di daerah-daerah terpencil di Jabar. "Untuk lansia tentu ada keterbatasan fisik. Itu menjadi atensi kami. Alhamdulillah kami diizinkan oleh Bapak Presiden untuk menggunakan inovasi mobil vaksin," ujarnya berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Ridwan Kamil menyampaikan, tedapat beberapa syarat yang harus dipenuhi lansia saat akan menjalani vaksinasi Covid-19. “Karena tidak semua lansia disuntik memenuhi syarat. Yang tentunya kita harapkan proporsional,” katanya.

    Dari sekitar 6,6 juta orang jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar, sebanyak 4.403.983 merupakan lansia. Adapun petugas publik 2.195.215 orang. "Jadi nanti jangan kaget kalau orang divaksin ada mobil vaksin Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput lansia yang secara fisik kerepotan menunggu antrean," katanya. 

    Lebih lanjut, Ridwan menuturkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Jabar berjalan efektif. Hal tersebut tampak dari sejumlah indikasi, termasuk penurunan tingkat keterisian rumah sakit.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar per 21 Februari 2021, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar sebesar 58,1 persen, sesuai standar rujukan WHO yakni tingkat keterisian rumah sakit kurang dari 60 persen. “Tingkat kematian di Jabar sangat rendah, itu hanya 1,12 persen. Artinya, 98 koma sekian persen itu sembuh dan proses menuju sembuh,” ujarnya. 

    Untuk level kewaspadaan, dari data periode 8 sampai 14 Februari 2021, terdapat satu daerah Zona Merah (Risiko Tinggi) di Jabar yakni Kota Cirebon. Lainnya, 21 Zona Oranye (Risiko Sedang), dan lima Zona Kuning (Risiko Rendah) di Jabar. 

    Selain itu, Ridwan melaporkan level kewaspadaan di desa/kelurahan di Jabar. Per 11 Februari 2021, 2.350 desa/kelurahan di Jabar masuk Zona Hijau. Sebanyak 340 desa/kelurahan  berstatus Zona Hijau sedangkan Zona Merah hanya 5 persen dari total desa/kelurahan di Jabar. "Jadi mayoritas desa dan kelurahan di Jabar itu zona hijau yakni sebanyak 54 persen. Zona Kuning 37 persen, Zona Oranye 4 persen," katanya. 

    Berikutnya, Kang Emil menjelaskan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) di Jabar per 26 Januari hingga 21 Februari 2021, termasuk periode PPKM Mikro mulai 9 Februari 2021.  Per 21 Februari 2021, tren kepatuhan prokes memakai masker di Jabar sebesar 84,96 persen. Sementara tren kepatuhan prokes jaga jarak di Jabar adalah 81,85 persen. 

    Dilansir Bersatu Lawan Covid-19, selama PPKM Mikro di Jabar, terdapat 5.082.488 orang yang dipantau oleh TNI, Polri, dan Satpol PP di 949.772 titik pemantauan.  "Untuk minggu ini, Kabupaten Sumedang  paling disiplin menggunakan masker. Yang rendah itu Kabupaten Bogor. Jaga jarak yang tertinggi masih Kabupaten Bandung, terendah Kabupaten Pangandaran," katanya.