Pemprov Jabar Kembangkan Tujuh Bank Sampah Induk

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 10 Maret 2021 15:04 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO JABAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berkomitmen memperkuat fungsi bank sampah.  Selain mendorong proses daur ulang yang memiliki manfaat ekonomi, bank sampah dapat mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah. 

    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bank sampah berperan penting dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Hal tersebut dia sampaikan saat membuka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021 Tingkat Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 10 Maret 2021. 

    Menurut Wagub, jika sampah dikelola dengan baik akan membawa manfaat ekonomi. Namun, bila tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan bencana banjir dan mengancam kesehatan masyarakat.  “Masalah sampah ini semakin hari, semakin banyak, semakin meningkat, dan semakin kompleks,” ujar Uu berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Karena itu, Uu mengatakan, HPSN tahun ini menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut mengatasi persoalan sampah. Pengelolaan melalui bank sampah dapat berperan dalam penanganan sampah rumah tangga.  “Di salah satu desa di Kabupaten Cirebon sampai kekurangan sampah karena dikelola dengan baik. Semoga ini bisa ditiru masyarakat lain di seluruh Jabar,” katanya.

    Selain itu, Wagub Jabar juga mendorong pelaku industri dan pengusaha turut berkontribusi dalam penanganan sampah di Jabar melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

    Dia juga mengajak, semua pihak mulai dari pelaku industri, pengusaha, sampai masyarakat, harus sama-sama peduli akan masalah sampah. Dengan begitu, penanganan sampah di Jabar akan berjalan lebih optimal. “Kepedulian terhadap sampah jangan hanya diserahkan dan dibebankan kepada pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus peduli,” ujar Uu. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jabar Prima Mayaningtias melaporkan, sebanyak 23 ribu sampah dihasilkan setiap hari di Jabar. Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya belum tertangani dengan baik. 

    Guna menangani persoalan tersebut, Pemprov Jabar intens menggalakkan program bank sampah. Tujuannya untuk mewujudkan rencana pengurangan sampai di masyarakat sebesar 30 persen. 

    “Setiap orang berkontribusi menghasilkan sampah 0,5 kilogram per hari. Apabila 40 persen dari 23 ribu ton sampah per hari tidak tertangani, bisa menyebabkan banjir, menimbulkan penyakit,” kata Prima.

    Prima mengatakan, pihaknya akan mengembangkan tujuh bank sampah induk yang membawahi sekitar 1.616 unit bank sampah yang tersebar di Jabar pada 2021. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi pada masyarakat.

    “Bagaimana sebenarnya mata rantai atau pola dari penanganan sampah rumah tangga. Diambil bank sampah unit, masuk ke bank sampah induk, masuk ke industri plastik dan menghasilkan uang lagi untuk masyarakat. Itu circular economy yang ingin kita galakkan dengan a bank sampah,” ujarnya.(*)