Ridwan Kamil Ajak Lembaga Penyiaran Pulihkan Ekonomi

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 2 April 2021 16:15 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri "Dialog Penyiaran Jawa Barat dalam rangka Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88 oleh KPID Jabar" via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (1/4/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

    INFO JABAR-Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengajak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar untuk turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi daerah. Dia juga  berpesan agar di stasiun TV dan radio bikin acara yang mendorong orang belanja terhadap UMKM.
     
    Hal itu dikatakan Ridwan Kamil dalam "Dialog Penyiaran Jawa Barat dalam rangka Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-88 oleh KPID Jabar" via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis, 1 April 2021.
     
    Untuk membangkitkan semangat dalam upaya pemulihan ekonomi itu, Ridwan menilai, dibutuhkan peran dari KPID Jabar.
     
    “Kita berharap dengan dukungan penyiaran, perekonomian bisa tumbuh. Saya juga berpesan agar di stasiun TV dan radio bikin acara yang mendorong orang belanja terhadap UMKM,” ujar Ridwan Kamil berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 
     
    Selain itu, Ridwan mengatakan, lembaga penyiaran memiliki peran penting dalam sosialisasi dan edukasi, terutama soal penanganan pandemi Covid-19. Terlebih lembaga penyiaran menyebarluaskan informasi dengan interaktif. Di mana informasi yang dikemas dalam bentuk video dan suara, menurut dia, akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. 
     
    Ridwan pun memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar secara rutin menjalin kerja sama dengan lembaga penyiaran untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. 
     
    “Alhamdulillah lewat Diskominfo, kehumasan bisa bermitra luar biasa terkait vaksinasi, dan kerja sama lainnya ke seluruh media,” tuturnya.
     
    Lebih lanjut, pihaknya juga saat ini menerapkan konsep Pentahelix dengan menggandeng lima unsur, yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, dalam setiap proses dan kegiatan pembangunan. Keterlibatan lima unsur tersebut dapat membuat proses pembangunan di Jabar berjalan lebih efektif dan efisien.
     
    “Jadi rumus inilah yang menjadi teori baru dalam pembangunan, makanya Pemda Provinsi Jabar membuka diri bagi yang mencintai Jabar untuk terlibat dalam membuat keputusan,” katanya. (*)