Ridwan Kamil Minta Masyarakat Tidak Mudik

oleh:

TEMPO.CO

Jumat, 30 April 2021 10:49 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual bersama Menteri Perhubungan dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19/Kepala BNPB dari Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (29/4/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual bersama Menteri Perhubungan dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19/Kepala BNPB dari Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (29/4/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    INFOJABAR-Gubernur Ridwan Kamil meminta masyarakat dan seluruh stakeholders menjaga tren penurunan kasus Covid-19 di Jabar. Caranya  meningkatkan kewaspadaan terutama di area transportasi jelang Idul Fitri 1442 H/2021. 

    Hal ini terungkap dalam rakor antara Gubernur bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19/Kepala BNPB Doni Monardo secara virtual dari Pendopo Bupati Cirebon, Kamis 29 April 2021) Pertemuan juga diikuti seluruh bupati/ wali kota, serta camat se-Jabar.

    Upaya mutlak yang wajib dilakukan masyarakat agar tren menurun dapat dipertahankan yakni tidak pulang kampung saat Lebaran. Jika memaksa, tsunami Covid-19 di India sangat berpotensi terjadi di Indonesia bila warganya lengah dan mengendurkan kedisiplinan.

    "Kami ingin tren (penurunan Covid-19) ini dijaga. Semoga dengan melakukan koordinasi hari ini khususnya kewaspadaan dan pelarangan mudik, tren yang baik ini bisa kita terus pertahankan," ujarnya dalam keterangan resmi Humas Jabar.

    Untuk mencegah arus mudik. Pemda Provinsi Jabar – pemkab/pemkot bersama kepolisian/TNI telah menyekat 120 titik di pintu- pintu masuk wilayah, termasuk jalur tikus yang menjadi incara pemudik nakal.   "Kami akan melakuakn razia karena Jabar punya anglomerasi Bodebek dan Bandung Raya," ujar RIdwan.

    Bila mudik tetap dilakukan, yang paling rawan tertular Covid-19 adalah para lansia di kampung halaman. Gubernur mengingatkan peristiwa tahun lalu warga Ciamis meninggal setelah dikunjungi anaknya yang mudik dari Jakarta, harus dijadikan pelajaran.

    Saat ini, sosialisasi, edukasi, dan strategi komunikasi sedang dijalankan melalui berbagai saluran media untuk menanamkan kesadaran tidak mudik dan jika memaksa akan berbahaya.

    Jikai ada pemudik yang  lolos melewati sekat dan  sampai ke kampung halamannya, Gubernur meminta posko RT/RW/kelurahan/desa memberlakukan karantina selama lima hari. Dengan demikian, fasilitas rumah isolasi harus benar – benar siap.   "Saya titip ke camat dan disampaikan lagi ke kepala desa. Pastikan kalaupun ada pemudik yang bocor, tolong fasilitasi karantina lima hari. Apakah itu di SD, rumah warga atau rumah angker sekalipun," katanya.

    Khusus kabupaten/kota yang memiliki pantai seperti Pangandaran diminta untuk melakukan pengendalian wisatawan secara ketat. Pascalebaran tempat wisata laut akan menjadi incaran masyarakat

    Kasus Covid-19 di Jabar mengalami tren penurunan cukup signifikan. Walaupun pemerintah pusat mencatat kasus aktif di Jabar saat ini sebanyak 30.225, namun Gubernur mengatakan 40 persen dari jumlah tersebut adalah kasus lama."Sebenarnya kurang lebih 19 ribu yang ada di catatan kami," ujarnya.

    Angka kesembuhan juga tinggi di angka 87,7 persen, dan angka kematian 1,3 persen lebih baik dari angka rata-rata nasional. Sementara tingkat keterisian rumah sakit oleh pasien Covid-19 grafiknya terus menurun. Sempat menyentuh angka 80 persen di awal 2021, lalu turun ke 50 persen di bulan Maret. Kini keterisian rumah sakit di seluruh Jabar tinggal 43,8 persen. "Ini harus jadi tren jangan terganggu libur panjang karena mudik,"katanya.(*)