Ridwan Kamil Dorong Koperasi Jabar Melek Digital

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 15 Juli 2021 17:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Parade Virtual Cooperator Indonesia

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Parade Virtual Cooperator Indonesia "Koperasi Jawa Barat sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi" di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (15/7/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    INFOJABAR- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong semua koperasi di Jabar beradaptasi dengan kemajuan zaman dan pandemi Covid-19. Adaptasi pertama yang perlu dilakukan adalah dengan digitalisasi.

    Menurut Ridwan, data menunjukkan bahwa angka penjualan produk lewat e-commerce terus meningkat. Pada Mei 2020, volume penjualan produk lewat e-commerce mencapai 121 juta atau mengalami peningkatan 44 persen jika dibandingkan periode Februari 2020.

    "Ada trend digitalisasi naik ke 44 persen. Sehingga intinya di akhir masa jabatan saya semua koperasi sudah mahir dalam digital. Inilah yang harus dilakukan oleh semuanya. Saya minta tidak ada koperasi yang tidak melek digital," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Parade Virtual Cooperator Indonesia "Koperasi Jawa Barat sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi" di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis 15 Juli 2021.

    Dikutip dari keterangan Humas Jabar Ridwan mengatakan, ada dua kondisi yang mengharuskan koperasi melakukan digitalisasi. Pertama adalah pandemi Covid-19 yang membuat segala aktivitas dilakukan secara online untuk menghindari penularan virus."Kemudian kita geser dua dunia ini oleh dua interupsi. Diinterupsi oleh Covid-19 berikut yang membuat hidup kita beradaptasi," katanya

    Kondisi kedua adalah revolusi industri 4.0 yang akan melahirkan jenis pekerjaan baru. Salah satu contohnya adalah pekerjaan seperti penjaga Warung Telekomunikasi (Wartel) tidak lagi dibutuhkan. Sebagai gantinya, ada jenis pekerjaan baru seperti reparasi handphone (HP) yang muncul.

    "Ada pekerjaan-pekerjaan yang akan hilang, sehingga kita akan bergeser ke pekerjaan-pekerjaan baru. Di setiap revolusi zaman, ada yang hilang, ada yang baru. Jadi semua ada yang hilang, ada yang tetap," ujarnya.

    "Inilah ilmu-ilmu yang harus di-share. Apakah koperasi-koperasi bisa melihat ini sebagai arah baru terhadap dua disrupsi tadi oleh disrupsi Covid-19. Kita harus contactless oleh 4.0 ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa lebih cepat," katanya.

    Selain digitalisasi, rantai pasok atau supply chain juga perlu terus disempurnakan oleh koperasi. Kemudian koperasi juga harus bisa beradaptasi pada standar protokol keamanan hingga perubahan diversifikasi pasar.

    Adaptasi lainya yang harus dilakukan oleh koperasi adalah memodifikasi produk sesuai kebutuhan. Contohnya tren bersepeda yang bisa menjadi peluang untuk mengembangkan produk "Memodifikasi produk sesuai kebutuhan. Contoh tiba-tiba pasca covid yang bersepeda banyak sekali. Berarti bisnis buat sepatu sepeda, kaos kaki sepeda, baju sepeda, sepedanya," ujar Ridwan.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi Jabar juga menyiapkan sebuah inovasi yang disebut kampus ekspor Shopee. Dengan inovasi ini, diharapkan semakin banya produk-produk Jabar, termasuk koperasi, yang diekspor.

    "Kami tidak mau Jabar itu hanya impor. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, tolong dimanfaatkan. Kita punya kampus untuk ekspor. Jadi produk-produknya lihat mana yang ekspor apakah kita tahu di Malaysia butuh apa, di sini nanti kampusnya akan memberi tahu, sehingga pasar kita tidak dibatasi oleh pasar berbasis paspor lagi hanya Indonesia tapi bicaranya minimal satu ASEAN sebagai satu wilayah ekonomi," katanya. (*)