Tingkatkan kesejahteraan Masyarakat, Pemprov Jabar Bangun Jalur Tengah Selatan

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 8 September 2021 19:26 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS) Segmen 1 Lengkong-Sagaranten di Jalur Lengkong-Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/9/2021). (Foto: Shubhi Aldien/Biro Adpim Jabar)

    Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS) Segmen 1 Lengkong-Sagaranten di Jalur Lengkong-Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/9/2021). (Foto: Shubhi Aldien/Biro Adpim Jabar)

    INFO NASIONAL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupaya mengembangkan berbagai potensi daerah Jabar bagian selatan. Salah satunya dengan memperbaiki aksesibilitas yaitu pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS).
     
    Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan hal itu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jabar bagian selatan. 
     
    Mengingat, dengan pembangunan JTS ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jabar bagian selatan. 
     
    "Kali ini kami melihat progres lokasi yang akan dijadikan program skala prioritas dalam kepemimpinan Pak Gubernur. Keinginan Pak Gubernur membangun akses di Jabar bagian selatan. Karena Jabar selatan skala prioritas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Uu berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 
     
    Dia menjelaskan, pembangunan JTS untuk menyempurnakan jalan existing atau yang sudah ada sebelumnya. Sehingga konektivitas dapat ebih cepat, jalan yang ditempuh pun bisa setengahnya. 
     
    "Misalnya dari wilayah Lengkong ke Sagaranten, sekarang 99 kilometer. Dengan JTS dibangun cukup 23 kilometer," ucapnya. 
     
    Selain itu, Uu melanjutkan, pembangunan JTS juga akan mendongkrak potensi desa wisata. "Jadi ini program luar biasa, dan juga di daerah tersebut sedang ada pembangunan desa wisata, rata-rata daerah punya potensi desa wisata," katanya. 
     
    Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar Koswara mengatakan, feasibility study jalur ini sudah dilaksanakan pada 2014. Kemudian, Amdal sudah terbit pada 2016. Lalu desain awal diluncurkan pada 2019, kemudian menuju Detail Engineering Design dan Dokumen Lingkungan.
     
    "Kemudian pada 2021 kami bikin pradesain. Konsep pembangunannya adalah melebarkan jalan-jalan kabupaten dan jalan desa yang masuk dalam trase, ke dalam standarnya Jalan Provinsi, jadi jalur baru, membuat koridor baru," katanya.
     
    Rencananya, pembangunan akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama akan dibangun Jalan Horisontal Tengah Jawa Barat Selatan yakni dari wilayah Lengkong — Sagaranten (23,20 km), kemudian Sagaranten — Tanggeung (37,55 km), disambung Tanggeung — Padasuka/Cipelah (33,79 km), hingga Padasuka/Cipelah — Rancabali (16,84 km). Total, 111,38 km.
     
    Sesi selanjutnya, dari kawasan Ciwidey — Pangalengan (22,12 km), lalu Pangalengan — Cikajang (53,48 km), disambung Cikajang — Bantarkalong (68,54 km), kemudian Bantarkalong — Kertahayu (101,48 km), hingga total sepanjang 245,62 km. Sehingga, total keseluruhan Trase JTS adalah sepanjang 357,00 km. (*)