Ridwan Kamil: Monumen Gasibu Sudah Dibangun Sebelum Pandemi

oleh:

TEMPO.CO

Sabtu, 11 September 2021 13:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Monumen dan Lapangan Gasibu di Kota Bandung, Jumat (10/9/2021). (Foto: Yogi Prayoga S/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Monumen dan Lapangan Gasibu di Kota Bandung, Jumat (10/9/2021). (Foto: Yogi Prayoga S/Biro Adpim Jabar)

    INFO JABAR-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Monumen Gasibu yang akan ditasbihkan sebagai monumen perjuangan pahlawan Covid-19 pada 10 November 2021.

    Ridwan menegaskan Monumen Gasibu sudah jadi sejak sebelum pandemi Covid-19. Guna menghormati perjuangan para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, Pemda Provinsi Jawa Barat mengajukan ke Pemerintah Pusat Monumen Gasibu sebagai monumen perjuangan pahlawan Covid-19.  

    “Monumen ini dibangun sebelum Covid-19, bukan dilaksanakan saat Covid-19 ada, tapi selesai menjelang Covid-19 dan merupakan program lama. Sekarang kita akan dedikasikan kepada pahlawan Covid-19 yang meninggal,” ujar Ridwan di sela peninjauan, Jumat, 10 September 2021.

    Rencananya penasbihan Monumen Gasibu sebagai monumen perjuangan pahlawan Covid-19 dilakukan 10 November 2021 bertepatan dengan Hari Pahlawan mengundang Presiden Joko Widodo.

    “Mudah-mudahan bisa disetujui Presiden,” ucapnya.

    Selain pintu gerbang yang kini menjadi fasad Monumen Gasibu, nanti akan ada dua patung yang melambangkan kesedihan sekaligus ketangguhan.

    “Gerbangnya membatasi antara masa lalu dan masa depan, darurat - terkendali, sedih - bahagia. Nanti ada dua patung, satu tentang kesedihan dua tentang ketangguhan,” ucap Ridwan.  

    Gubernur berharap Monumen Gasibu dapat membangun semangat dan simbol perjuangan rakyat Jabar terhadap Covid-19.

    Pada kesempatan yang sama Ridwan juga meninjau Lapangan Gasibu yang sudah mulai dibuka kembali. Beberapa hari ke belakang Lapangan Gasibu sempat ditutup karena ada beberapa hal yang harus disiapkan dan disinkronkan.

    “Sebelumnya dibuka sebagai uji coba, bagaimana mengukur jumlah orang di ruang publik. Nah hari ini sudah diselesaikan makanya hari ini dibuka lagi,” ujarnya.

    Nantinya, pengelola akan menggunakan scan digital layaknya ASN Pemda Provinsi Jabar saat mengabsen kehadiran. Hal tersebut dilakukan dalam pembatasan jumlah orang.

    “Pemda Provinsi Jabar menggunakan absensi digital untuk membatasi jumlah orang, sehingga hari-hari ini sudah mulai dibuka. Gasibu, Saparua secara izin sudah diperbolehkan,” ucap Ridwan. (*)

    Menurut informasi yang diterima dari pengelola, saat ini batasan pengunjung yang bisa melaksanakan kegiatan olahraga hanya 110 orang. (*)