Jabar Memiliki Potensi Besar Untuk Kembangkan Industri Digital

oleh:

TEMPO.CO

Minggu, 12 September 2021 19:07 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Setiaji saat menghadiri Acara Top Digital Award's 2020 by It Works Magazine di Dian Ballroom - Hotel Raffles DKI Jakarta, Selasa (22/12/20). (Foto: Shubhi Aldien/Biro Adpim Jabar)

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Setiaji saat menghadiri Acara Top Digital Award's 2020 by It Works Magazine di Dian Ballroom - Hotel Raffles DKI Jakarta, Selasa (22/12/20). (Foto: Shubhi Aldien/Biro Adpim Jabar)

    INFO JABAR - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Setiaji, mengatakan, Jawa Barat memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya untuk meningkatkan industri digital, selain jumlah penduduk yang mencapai 50 juta orang juga potensi alamnya yang sangat beragam untuk terus dikembangkan.

    Hal itu dia sampaikan dalam Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Starup Digital Institut Teknologi Bandung yang dilakukan secara daring, Sabtu (11/9/2021).

    “Bicara potensi Jawa Barat, pertama berbatasan dengan Ibu Kota Negara, penduduknya paling banyak sekitar 50 juta, tersebar di pegunungan, hutan, pantai, persawahan,” ujar Setiaji berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Dengan jumlah desa yang mencapai 5.312 dan 600 lebih kelurahan, menurut dia, Jawa Barat saat ini fokus mengembangkan teknologi inklusif yang artinya bukan hanya diakses masyarakat kota tapi masyarakat desa.

    Mengingat, berdasarkan riset penduduk, menurut dia, akan banyak orang memilih tinggal di kota. Karena itu, pihaknya berkeinginan bagaimana penduduk banyak tinggal di desa tetapi rezeki kota.

    “Bagaimana teknologi bisa meningkatkan taraf hidup mereka yang ada di desa. Kami punya program desa digital, yang kami kemas ke dalam tematik pertanian, pariwisata, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain,” katanya. 

    Setiaji menyatakan, dengan teknologi Jabar dapat menghadirkan apa yang sebelumnya sulit dilakukan. Dia mencontohkan masyarakat bisa bekerja di mana saja kapan saja. 

    Kemudian, dengan teknologi masyarakat desa dapat menjangkau layanan dokter spesialis melalui pelayanan kesehatan telemedisin atau konsultasi jarak jauh. Melalui teknologi pula petani dapat mengetahui nutrisi tepat bagi tanaman atau memilih pupuk yang cocok agar tidak merusak unsur tanah. 

    “Lalu bagaimana blogger-blogger atau youtuber dari desa dengan potensi desanya bisa memberikan informasi menarik. Sekarang orang sudah bosan menjual konten perkotaan,” kata Setiaji.

    Menurut dia, sekarang adalah saatnya menerapkan teknologi tersebut untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di desa. Setiaji juga menambahkan, dengan teknologi manusia kini bisa memantau aktivitas masyarakat atau industri dari jarak jauh, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran sungai.

    Dengan teknologi, saat ini bisa memonitor Sungai Citarum tersebut sehingga bisa tahu daerah-daerah mana saja maupun industri-industri mana saja yang ternyata membuang limbahnya ke sungai.

    “Kita berharap dengan teknologi tadi  bisa memastikan ikan bisa hidup di sungai dan orang bisa berenang sehingga airnya pun bisa digunakan untuk kehidupan. Itulah potensi yang luar biasa bisa didapatkan di Jabar,” kata Setiaji.(*)