Ridwan Kamil: BOR Jabar Satu Digit

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 15 September 2021 12:56 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil acara konferensi pers perihal penanganan COVID-19  Jabar yang dilakukan virtual di Kota Bandung, Selasa (14/9/2021). (Foto: Rizal FS/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil acara konferensi pers perihal penanganan COVID-19 Jabar yang dilakukan virtual di Kota Bandung, Selasa (14/9/2021). (Foto: Rizal FS/Biro Adpim Jabar)

    INFOJABAR-Tingkat keterisian kamar tempat tidur rumah sakit atau bed occupacny rate (BOR) Jawa Barat terus menurun. Bahkan saat ini berada di angka 9,3 persen. BOR di Jabar sempat menyentuh angka 90 persen pada Juli 2021 lalu. Sementara ketentuan WHO angka BOR maksimal 60 persen. 

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini untuk kali pertama BOR Jabar berada di angka satu digit. "Syukur alhamdulillah mudah-mudahan kita dapat mempertahankan," ujarnya berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Pemerintah Pusat telah mengumumkan perpanjangan PPKM level 13 - 20 September 2021. Sebanyak 11 daerah di Jabar berada di level 2, sebanyak 14 daerah level 3, dan dua daerah level 4 yakni Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon.   

    Namun meski Purwakarta dan Cirebon berada di level 4, tidak ada penambahan jumlah kasus.  “Jadi kesimpulannya bukan ada kenaikan kasus, tapi lebih kepada update data lama yang baru berhasil disinkronisasi dengan Pemerintah Pusat," kata Ridwan.

    Pemerintah Provinsi Jabar memfasilitasi komunikasi antara Pemkab Purwakarta dan Cirebon  dengan Pemerintah Pusat.  "Secara reguler bukan di PPKM level 4 tapi data-data yang dibaca ada tambahan kasus masa lalu. Itu sedang dikomunikasikan dengan Pemerintah Pusat difasilitasi oleh Pempro Jawa Barat," ujarnya. 

    Sementara itu, berdasarkan data bersatu lawan Covid-19 per 13 September 2021, kasus aktif di Jabar menurun sebesar 502 menjadi 6.945 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan meningkat 705 orang menjadi 677.460. Angka kematian bertambah tujuh orang.  Namun lagi- lagi angka tersebut merupakan data lama karena realita di lapangan angka kematian di Jabar nol.

    Kendati demikian, Ridwan mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan terutama di tempat – tempat umum yang saat ini dibuka bertahap.  Salah satu protap memasuki tempat umum seperti mal, stasiun, bandara adalah dengan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. 

    Menurut Ridwan Kamil, aplikasi Peduli Lindungi hanya menyatakan orang sudah divaksin. Sehingga wajar masih ada kebocoran orang-orang yang sudah divaksin tapi positif Covid-19. “Kami antisipasi dengan tes antigen bagi pengunjung di mal dan ini akan kita jaga maksimal," katanya. 

    Gubernur juga mengingatkan meski berbagai sektor telah dibuka tapi tetap mobilitas perlu dijaga. Jangan pergi ke luar rumah jika tidak perlu. “Kami juga memastikan 100 persen vaksinasi," ujarnya.(*)