Ridwan Kamil Sampaikan Pemulihan Sungai Citarum di Konferensi Dunia COP26

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 2 November 2021 11:25 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mempresentasikan perkembangan Sungai Citarum pada  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Venue Indonesia Pavilion at COP 26 - UNFCCC, Glasgow, Skotlandia, Selasa 2 November 2021.

    Ridwan Kamil akan menjadi salah satu panelis dalam dialog yang bertema “Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia.”

    Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias, gubernur akan mempresentasikan mengenai Implementasi Pengelolaan Sampah Plastik Laut dan Sampah Terpadu, Melalui Pendekatan Terpadu dari Hulu ke Hilir: Pembelajaran dari Program Restorasi Sungai Citarum.

    “Pak Gubernur akan memaparkan hal itu setelah sebelumnya Pak Menko Marves menyampaikan tentang Kemajuan Implementasi Rencana Aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik Laut dan aksi kolaboratif dengan durasi selama 15 menit,” ujar Prima pada Tim Humas Jabar di Skotlandia. 

    Selain dari Indonesia, akan hadir juga Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Chairman of Minderoo Foundation. Chairwoman of Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP), Deputy Director General for Southeast Asia at Asian Development Bank (ADB) dan Direktur KFW.

    Melalui presentasi Gubernur dan Menko Marves, dunia akan mengetahui komitmen Indonesia dalam upaya-upaya perbaikan untuk perubahan atau penurunan emisi gas CO2 melalui program Citarum Harum di Jabar. 

    Sungai Citarum membentang sepanjang 270 kilometer dan yang terpanjang di Jabar. Air Citarum berumber dari tujuh mata air di kaki Gunung Wayang yang berkunpul di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung. Citarum bermuara di Muara Gembong Bekasi menuju Laut Jawa. 

    Citarum pernah dijuluki sebagai sungai terkotor dan terjorok di dunia. Namun dengan program Citarum Harum dan kolaborasi berbagai pihak dengan Ridwan Kamil ditunjuk sebagai Ketua Satgas, kualitas air sungai membaik dari asalnya cemar berat menjadi cemar ringan dalam tempo tiga tahun. 

    Menurut Prima, dari KTT Pemimpin Dunia COP26  Indonesia dapat berbagi pembaruan dan kemajuan pencapaian target nasional. Pemerintah juga dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan negara lain dalam aksi kolaboratif memerangi sampah plastik laut. 

    Hal yang yang dibidik adalah bertukar pandangan tentang tata kelola dan prioritas kebijakan sampah plastik laut, dan identifikasi potensi kerja sama lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengembangan kebijakan dan mempercepat pencapaian target nasional. (*)