Cegah PMK, Pemrov Jabar Tingkatkan Pengawasan Hewan Kurban

Jumat, 13 Mei 2022 19:41 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjadi pembina apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar serta Dinas Sumber Daya Air di Kantor DBMPR Jabar, Kota Bandung, Senin (9/5/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjadi pembina apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran pegawai Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar serta Dinas Sumber Daya Air di Kantor DBMPR Jabar, Kota Bandung, Senin (9/5/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

    INFO JABAR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meningkatkan pengawasan terhadap arus lalu lintas peredaran hewan kurban yang mulai mengalami peningkatan jelang hari raya Iduladha 1443 H tahun ini. Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemunculan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. 

    Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya mengantisipasi PMK ini. Di antaranya, membentuk Satuan Tugas PMK, berkoordinasi dengan para bupati/ wali kota untuk memantau pergerakan hewan ternak di Jawa Barat, serta melaksanakan imunisasi terhadap hewan ternak.  

    "Agar diperiksa apakah sudah lulus kesehatan dari tempatnya berangkat atau tidak. Kalau tidak, kami dengan berat hati akan memulangkannya kembali ke daerah asalnya," ujar Uu, di Kota Bandung, Jumat, 13 Mei 2022.

    Antisipasi dilakukan sejak dini ini, mengingat tak jarang para pengusaha sudah mulai mendistribusi hewan ternak khususnya untuk kebutuhan kurban dari luar Jawa Barat. "Karena kalau beli (hewan kurban) dekat- dekat (Iduladha) keuntungannya lebih sedikit. Maka persiapan pemerintah juga dimulai dari sekarang. Jadi ketika para pengusaha mulai bergerak kita siap mengawasi," kata Uu.

    Dia menuturkan, kebutuhan daging Jawa Barat sebenarnya sudah cukup tinggi, terutama di kota-kota besar. Menjelang Iduladha, dipastikan kebutuhan akan hewan ternak kian tinggi. Karena itu, Pemprov Jabar perlu antisipasi ekstra meskipun belum ditemukan temuan PMK pada hewan ternak yang signifikan.

    "Saya ditugaskan Pak Gubernur mengecek di berbagai tempat, karena ini kan menyangkut kesehatan masyarakat Jabar," ucap Uu. (*)




     
    Selengkapnya