English For Ulama Batch II, Sebarkan Keindahan Islam kepada Dunia

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 11 Februari 2020 09:36 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO JABAR — Program English for Ulama mendapatkan respons positif dari pemerintah United Kingdom (UK) maupun masyarakat Eropa. Sambutan positif tersebut didapatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ketika mengirim lima ulama Jabar ke lima kota Eropa (London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham) untuk berdakwah tentang keindahan Islam Indonesia.

    "Di Batch I sudah ada lima ulama yang dikirim ke United Kingdom (UK). Tanggapannya positif, akan ada kunjungan balasan dari para ulama Inggris akan juga datang ke Jawa Barat sekitar bulan Maret," kata Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil atau Kang Emil saat menutup pelatihan bagi 20 ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 10 Februari 2020.  

    Adapun 20 ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II sudah melewati proses seleksi dan mendapatkan pelatihan instensif dari British Council. Para ulama mendapatkan materi soal keislaman dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati.

    Emil berharap, program English for Ulama dapat mengubah pandangan masyarakat dunia, khususnya Eropa, tentang islam Indonesia menjadi lebih baik. "Terima kasih kepada British Council untuk bimbingannya. Kita belajar Inggris langsung pada ahlinya," ucapnya.

    Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyambut positif program English for Ulama Batch II. Dia pun meminta kepada lima ulama Jabar yang sudah berdakwah di Eropa untuk berbagi pengalaman. "Ini program luar biasa, mengajarkan Islam ke dunia luar yang sedikit mengerti tentang Islam," katanya.

    Sementara itu, Direktur British Council, Paul Smith, mengatakan bahwa program English for Ulama memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berdakwah soal keindahan Islam dan keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Jabar.

    "English adalah bahasamu, bahasa kita, bahasa dunia bukan hanya milik orang Inggris. English for ulama program tentang sharing, tentang religius Islam, sekaligus budaya," kata dia.

    Supardan, ulama asal Sukabumi yang tergabung pada program ulama English for Ulama Batch II mengatakan bahwa dia akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk menguasai bahasa Inggris.

    "Kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya, kami harus mampu menguasai pembelajaran bahasa Inggris. 10 hari (pelatihan) mendapat pembekalan yang luar biasa," katanya.

    Hasan Al- Banna, peserta English for Ulama sebelumnya berbagi  pengalamannya selama berdakwah di Eropa. "Agenda di sana cukup padat. Kita ada kunjungan ke kantor pemerintah setempat, bertemu perwakilan politisi, pengusaha muslim di sana, dan kita berbagi cerita," katanya. (*)