Ridwan Kamil Serahkan Kunci Rumah Subsidi Bataru

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 17 Februari 2021 20:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan serah terima kunci rumah program Bataru (Bakti Padamu Guru) kepada para guru di Perumahan Benteng Mas Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis (17/2/2021). (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan serah terima kunci rumah program Bataru (Bakti Padamu Guru) kepada para guru di Perumahan Benteng Mas Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis (17/2/2021). (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    INFOJABAR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memberikan dukungan nyata kepada guru maupun tenaga kependidikan untuk dapat memiliki tempat tinggal yang layak. Hal tersebut direalisasikan melalui program kredit rumah tinggal bersubsidi bernama Bakti Padamu Guru (Bataru). 

    Gagasan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini pertama diumumkan tepat di hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2020 lalu. Serah terima kunci rumah program Bataru kepada penyelenggara pendidikan telah dilaksanakan di Perumahan Benteng Mas Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis 17 Februari 2021.  "Hari ini serah terima kunci bagi para guru untuk memulai hidup baru, punya rumah sendiri melalui program Bataru," ujar Ridwan Kamil berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Bataru berlaku bagi guru, tenaga administrasi sekolah, hingga penjaga sekolah dengan penghasilan kurang dari Rp 8 juta dan belum memiliki rumah. Program ini juga berlaku dari tingkat PAUD hingga SLTA.

    Ridwan Kamil menyampaikan, terdapat 5.000 unit rumah bersubsidi yang  telah disiapkan dan tersebar di 20 daerah di Jabar.  Di setiap daerah, terdapat lima lokasi perumahan, dan setiap perumahan terdapat 100 unit rumah yang sudah siap ditempati. Penyelenggara pendidikan yang telah mengikuti program Bataru sebanyak 1.800 orang. 

    Penyelenggara pendidikan yang hendak mengikuti program Bataru dapat mendaftar via aplikasi Pakasep (Perkumpulan Ahli Kepemilikan Subsidi Perumahan). 

    Ada sejumlah dokumen yang mesti dipenuhi yakni fotokopi KTP, Kartu Keluarga, NPWP, slip gaji asli sebulan terakhir, surat keterangan belum memiliki rumah dari lurah, buku tabungan, SPT Tahunan, sampai surat keterangan aktif bekerja di penyelenggara pendidikan yang ditandatangani dan stempel dari satuan pendidikan. 

    Lewat Bataru,  penyelenggara pendidikan dapat membeli rumah seharga Rp150 juta dengan cara kredit dan cicilan Rp 900 ribu per bulan. Untuk pembiayaannya, Pemprov Jabar bekerja sama dengan bank bjb, BNI, bank mandiri, BTN dan Bank Syariah Indonesia. Data Dinas Pendidikan Jabar menyebutkan terdapat lebih dari 450 ribu guru. 

    Di Perumahan Benteng Mas Cempaka, Ridwan Kamil bersama Bupati Purwakarta juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk tahap selanjutnya. Dia l sempat berbincang dengan salah seorang guru yang mengaku sangat bersyukur dengan program Bataru yang memudahkannya untuk memiliki rumah baru."Tadi saya wawancara salah satu guru sekarang tinggal mandiri di tempat yang istimewa ini," katanya.

    Gubernur Jabar berharap, program Bataru akan berdampak pada pemulihan ekonomi di 2021. Jumlah rumah Bataru ini akan terus ditambah sampai akhir tahun ini sehingga akan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi di bidang konstruksi dan properti.

    "Saya akan monitor di 2021 selama pemulihan ekonomi ini mudah-mudahan akhir tahun 2021 jumlahnya signifikan sehingga ini jadi bagian pemulihan ekonomi di bidang konstruksi dan properti," ujarnya. 

    Selain penyelenggara pendidikan, program kredit rumah bersubsidi serupa rencananya akan didedikasikan untuk profesi lain."Di masa depan, kita akan koordinasikan untuk profesi lain yang juga menginginkan, karena orang Indonesia rata-rata punya rumah sendiri di usia yang sudah tua," katanya.