Keistimewaan Alun-alun Kejaksan Cirebon setelah Revitalisasi

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 22 April 2021 16:58 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFOJABAR- Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon sudah rampung. Masyarakat Cirebon kini dapat menikmati wajah baru Alun-alun Kejaksan setelah diresmikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Rabu 21 April 2021."Secara resmi proses pekerjaan revitalisasi Alun-alun Kejaksan telah selesai," kata Ridwan.

    Sebelum direvitalisasi, Alun-alun Kejaksan hanya berupa lapangan yang kerap digunakan untuk upacara. Setelah direvitalisasi sejak 2019, Alun-alun Kejaksan punya banyak hal istimewa.

    Ridwan menuturkan, salah satu keistimewaan ruang publik yang berada di Jalan Kartini tersebut yakni basemen berkapasitas 70 mobil dan 120 sepada motor. "Ini sangat istimewa dari berbagai hal. Pertama turut menyelesaikan kemacetan. Jadi alun-alun ini menyatu dengan halaman masjid yang didesain secara modern, namun tetap mengangkat nilai lokal. Jadi, tidak ada kendaraan, hanya ada orang-orang yang lalu lalang bergembira dan beribadah," ujarnya.

    Di pintu utama alun-alun, dibangun dua gapura besar khas bangunan keraton setinggi 15 meter. Karakteristik bangunan keraton berwarna merah bata nampak hadir di berbagai sudut alun-alun. 

    Sebagai dukungan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Alun-alun Kejaksan memiliki shelter UMKM dan ekonomi kreatif. Lalu ada pameran kesenian dan micro library di bagian barat alun-alun.

    Ridwan pun meresmikan gedung Creative Center, gedung bekas kantor BKPP (Bakorwil) Wilayah III yang dapat dipakai pertunjukkan seni budaya, kreasi, workshop, ruang pameran, seminar hingga olahraga. Selain warga Cirebon, Creative Center Jabar dapat dimanfaatkan warga Ciayumajakuning ( Indramayu, Majalengka, Kuningan).

    "Silakan yang mengisi tempat ini diatur secara adil. Seluruh masyarakat Ciayumajakuning harus memanfaatkannya secara maksimal," katanya.

    Ridwan tak ingin gedung dengan luas lahan 27.315 meter persegi tidak digunakan. Ia lebih baik melihat berebut tempat ketimbang tidak ada yang mau datang, asalkan tetap dilakukan dengan prokes Covid-19 ketat. (*)