Ridwan Kamil: Utamakan Kualitas untuk Motor Listrik

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 28 April 2021 18:18 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO JABAR-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai dalam mempromosikan kendaraan listrik karya anak bangsa seharusnya tidak melulu hanya mengaitkan tentang kebanggaan nasionalisme. Namun, mengenai kualitas pun harus tetap diutamakan.

    Karena itu, Ridwan meminta perguruan tinggi dan perusahaan berkolaborasi membuat kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Hal itu dia sampaikan saat meninjau pabrik Wika Industri Manufaktur (WIMA) di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa, 27 April 2021.

    “Kita harus pelan-pelan menggoda konsumen untuk ke level yang lebih besar. Semua merek motor jangan hanya satu jenis, ada yang urban motorcycle, ada yang adventure, ada yang turing. Itu semua harus di riset dari sekarang,” ujar Ridwan Kamil berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar.

    Ridwan berharap masyarakat dapat menggunakan kendaraan listrik tanpa keluhan sehingga promosinya bisa lebih mudah. Menurut dia, selera setiap manusia itu berbeda sehingga riset harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
    "Selera manusia itu tingkatannya berbeda. Jadi sekarang fokusnya yang kaya (motor0 bebek ini tidak ada masalah, desainnya pun bagus,” katanya.

    Saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar telah mengeluarkan peraturan yang mengamanatkan dalam 10 tahun dari sekarang populasi kendaraan di Jabar harus menggunakan energi listrik.“Poinnya apa, berarti marketnya sangat besar tetapi masyarakat adalah raja. Jadi harus terus mereview diri, kekurangan-kekurangan itu untuk disempurnakan,” ujarnya.

    Gubernur mengapresiasi langkah strategis PT Wika Infrastruktur Manufaktur dengan memproduksi motor listrik dengan brand Gesits. Dalam desain produksinya, dia mengusulkan keterlibatan berbagai seniman seperti di kawasan Bandung, agar ada keterikatan dengan masyarakat.

    “Tadi juga ada rencana lomba desain. Dukungan dan kolaborasi dengan seniman Bandung adalah contoh engagement yang baik bagaimana masyarakat terlibat,” tuturnya. (*)