Ridwan Kamil Dorong Desa Siapkan Ruang Isolasi

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 23 Juni 2021 13:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau RSUD Sayang Cianjur dan ruang isolasi Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/6/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau RSUD Sayang Cianjur dan ruang isolasi Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/6/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    INFO JABAR – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong desa dan kelurahan di Jabar memiliki ruang isolasi memadai untuk pasien Covid-19 bergejala ringan sampai sedang.  Ruang isolasi desa dan kelurahan memungkinkan dokter dan tenaga kesehatan dapat merawat dan memantau , tidak perlu dirawat ke rumah sakit.

    "Kalau ringan dan sedang dirawatnya di desa saja, yaitu di puskesmas atau ruang isolasi yang sudah ada," kata Ridwan usai meninjau RSUD Sayang Cianjur, Kabupaten Cianjur, Selasa, 22 Juni 2021.

    Sebelumnya, Ridwan lebih dulu meninjau ruang isolasi Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ruang isolasi berupa rumah tersebut memiliki fasilitas yang cukup memadai.

    "Anggarannya dari dana desa sekitar 8 persen diperuntukan bagi penyediaan ruang isolasi. Tadi memastikan desa-desa di Jabar punya ruang isolasi sehingga tidak semua yang terkonfirmasi positif Covid-19 harus ke rumah sakit,"ucapnya.

    Menurut Ridwan, keberadaan ruang isolasi di setiap desa dan kelurahan dapat menekan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19. Mengingat masih ada pasien bergejala ringan dan sedang menjalani isolasi di rumah sakit, seperti di RSUD Sayang Cianjur.

    "Setelah kami bedah ternyata sebagian adalah pasien yang sebenarnya tidak perlu dirawat di rumah sakit karena gejalanya ringan dan sedang," ujarnya.

    Kombinasi penguatan ruang isolasi di desa dengan penambahan kamar di rumah sakit menjadi cara terbaik Jabar dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. "Kombinasi penguatan perawatan dengan ruang isolasi di desa dan kelurahan akan menjadi unggulan Jabar dalam menyelesaikan kedaruratan ini," kata Ridwan.

    Gubernur yang kerap disapa Kang Emil ini mengapresiasi RSUD Sayang Cianjur yang telah mengonversikan 40 persen dari total kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19. "BOR (Bed Occupancy Rate) saya titip dibawah angka 60 persen. Kalau sudah menjelang 70 persen keterisiannya, maka ditambahi kapasitasnya menjadi 30-40 persen seperti di RSUD Sayang ini," katanya. (*)