Jabar Perkuat Strategi Isoman Guna Tekan BOR

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 13 Juli 2021 11:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat telekonferensi bersama  CISDI : Kolapsnya Fasilitas Kesehatan dan Risiko Kematian Pasien Isolasi Mandiri di Gedung Pakuan, Bandung,  Senin (12/7/2021).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat telekonferensi bersama CISDI : Kolapsnya Fasilitas Kesehatan dan Risiko Kematian Pasien Isolasi Mandiri di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (12/7/2021).

    INFOJABAR– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memperkuat strategi isolasi mandiri baik di rumah maupun pusat isolasi desa/kelurahan. Hal itu guna menekan tingkat keterisian kamar rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, strategi tersebut antara lain menahan pasien Covid-19 bergejala ringan agar tidak dirawat di rumah sakit. Tetapi, bersama pasien tanpa gejala mereka diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di pusat isolasi di setiap desa/ kelurahan.

    "Menahan warga agar tidak ke rumah sakit ini butuh edukasi karena hasil kajian kita banyak dari mereka yang gejala ringan, itu harusnya isolasi mandiri di rumah," katanya dikutip tim Humas Jabar di Gedung Pakuan Bandung, Senin 12 Juli 2021.

    Ridwan menuturkan, warga yang isolasi mandiri tidak perlu khawatir karena akan dikirimkan obat-obatan secara gratis. Mereka juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui telekonsultasi di Pikobar. "Obat-obatan akan dikirimkan tinggal daftar di Pikobar, kalau kesulitan petugas di desa akan membantunya," ujarnya.

    Untuk menjamin ketersediaan obat tersebut pihaknya bahkan sudah menjalin kesepakatan dengan 10 perusahaan farmasi. Sehingga pasien yang isolasi mandiri dapat tertangani.

    Anggaran untuk obat-obatan dan penanganan lainnya bagi pasien isolasi mandiri  tersedia sebanyak Rp140 miliar. Anggaran ini berasal dari 11 proyek infrastuktur yang dihentikan sementara.

    Ridwan mengatakan, ada sekitar 10 ribu tempat tidur yang telah disediakan di pusat isolasi di desa/ kelurahan se-Jabar. Pemprov Jabar juga sudah bekerja sama dengan sejumlah hotel yang diubah menjadi pusat penyembuhan."Artinya pasien yang akan sembuh di rumah sakit kami pindahkan ke hotel yang kini jadi pusat penyembuhan," katanya.

    Bagi pasien isolasi mandiri yang membutuhkan oksigen, kata Ridwan, mulai minggu depan akan disiapkan subsidi lewat posko oksigen yang akan didirikan.Pihaknya juga proaktif mencari orang yang sakit oleh relawan di setiap RT."Tugasnya mencari yang berpotensi dan melacak kontak erat, jika positif dan tak bergejala relawan akan menyarankan untuk isolasi mandiri,"ujarnya.

    Menurutnya, strategi ini cukup berhasil. Diiringi kebijakan PPKM Darurat per tanggal 11 Juli kemarin BOR rumah sakit di Jabar turun lebuh dari  3 persen, dari 91 persen menjadi 87,6 persen." Doakan mudah-mudahan dengan memperkuat isoman dan PPKM darurat BOR kita kembali ke angka normal," ujarnya.

    Saat ini jumlah kasus aktif di Jabar sebanyak 89 ribu. Hampir 70 ribu di antaranya dirawat di rumah dan di pusat isolasi mandiri. Sisany dirawat di rumah sakit karena bergejala berat.(*)