Pemprov Jabar Salurkan Bantuan 700 Tabung Oksigen

oleh:

TEMPO.CO

Rabu, 14 Juli 2021 17:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima bantuan 700 tabung oksigen sekaligus mendistribusikan tabung oksigen tersebut ke posko oksigen kabupaten/kota di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima bantuan 700 tabung oksigen sekaligus mendistribusikan tabung oksigen tersebut ke posko oksigen kabupaten/kota di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    INFOJABAR-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah mendistribusikan 700 tabung oksigen ke kota dan kabupaten, Rabu 14 Juli 2021. Ratusan tabung oksigen medis tersebut merupakan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan PT Abyro Multitecno Cemerlang.

    Bantuan diterima langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Kantor PT Migas Hulu Jabar. Setelah menerima bantuan tersebut, tabung oksigen langsung didistribusikan ke posko oksigen kabupaten/kota di Jabar.

    Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Pemprov menugaskan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Jasa Sarana dan PT Migas Hulu Jabar, untuk memastikan distribusi oksigen berjalan baik."Kami menugaskan dua BUMD, untuk mengurusi A sampai Z supply-demand oksigen di Jabar," ujar Ridwan.

    Dari sisi pasokan, Pemprov Jabar intens mencari produsen-produsen oksigen di Indonesia. Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Pertamina, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, berkomitmen menyalurkan oksigen ke Jabar.

    Selain itu, Pemprov Jabar juga mendapat bantuan berupa 1.500 tabung oksigen dari Singapura. Bantuan itu sangat penting mengingat sulitnya mencari perusahaan yang memproduksi tabung oksigen. "Saya juga ikut mencari bantuan dengan mengontak sahabat-sahabat lama saya di Singapura. Alhamdulillah, hari Kamis akan datang 1.500 tabung dari Singapura hasil pendekatan langsung kepada mereka," ujarnya.

    Kebutuhan akan tabung oksigen terus mengalami peningkatan. Selain di rumah sakit, banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) membutuhkan tabung oksigen. "Pak Sekda telah menghitung neraca kebutuhan oksigen di Jabar, yang biasa normal, saat ini melonjak bekali-kali lipat. Sehingga  kita ada defisit per hari ini sampai 300 ton," kata Ridwan.

    Pemprov Jabar pun fokus pada pembelian dan mencari hingga ke daerah atau negara tetangga. Karena apa? karena yang meninggal akibat saturasi rendah kekurangan tabung dan oksigen itu banyak sekali," ujarnya.

    Sekitar 160 warga Jabar yang sedang melakukan isoman, meninggal dunia. “Pak Sekda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kami minta untuk mengecek mereka yang isoman. Pastikan isoman itu membaik bukan memburuk," katanya. "Jangan ada lagi yang meninggal dunia di rumah-rumah karena aparat RT-RW, lurah dan lain-lainya tidak mengecek karena kurang atensi," ujarnya.

    Pemprov Jabar juga secara proaktif menjemput bola dengan membagikan obat-obat gratis dan menyediakan telekonsultasi kepada masyarakat yang isoman melalui fitur Isoman di portal Pikobar.

    "Kami prinsipnya proaktif, jangan menunggu. Makanya Jabar lebih dahulu membagikan obat gratis. Sehingga perlu koordinasi dengan rencana Presiden lusa membagikan obat gratis juga kepada isoman supaya tidak duplikasi," katanya. (*)