Ridwan Kamil: Angka Kematian Covid-19 dan BOR Jabar Turun

oleh:

TEMPO.CO

Kamis, 22 Juli 2021 10:34 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri jumpa pers via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri jumpa pers via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    INFOJABAR-Angka kematian atau fatality rate akibat Covid-19 di Jawa Barat mengalami penurunan. Selain itu, hal positif juga terjadi dalam tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 di Jabar  sempat mencapai puncak pada minggu kedua Juli 2021. Namun kini berkurang, angka kematian di angka 1,41 persen dari kasus aktif". Puncaknya di 11 Juli ada 269 laporan, kemarin jadi 80-an dan dua hari lalu di angka 70-an," ujarnya berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Selain itu, Ridwan menambahkan,  semenjak PPKM Darurat diberlakukan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 atau BOR di Jabar per 20 Juli 2021, juga turun di angka 77,04 persen. Puncak BOR di Jabar terjadi pada 4 Juli 2021 yang menyentuh 90,69 persen. "Laporan kemarin 77,04 persen atau turun 13 persen," katanya. 

    Menurut dia, angka BOR tertinggi ada di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) yaitu di atas 80 persen. Hal itu berbanding lurus dengan angka kasus Covid-19. Sementara di wilayah priangan timur BOR rata-rata di angka 50 persen. "Kami akan beri perhatian terhadap zona bodebek," ujarnya.

    Ridwan menjelaskan, terdapat tiga jenis penyakit bawaan yang menjadi penyebab meninggalnya pasien Covid-19 di Jabar. Tiga penyakit komorbid itu yakni, hipertensi, diabetes, dan jantung.  "Usianya 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan," kata  Kang Emil.

    Untuk mengurangi angka kematian disebabkan tiga penyakit tersebut, dia  meminta Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak menyuplai obat-obatan agar pasien sembuh. Berdasarkan kajian, angka kematian memiliki korelasi dengan cakupan vaksinasi. Kota Bandung dan Kota Cirebon memiliki angka fatality yang rendah karena vaksinasi kepada masyarakatnya tinggi.

    Hal tersebut berbanding terbalik dengan Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya dan Garut yang angka kematian akibat Covid-19 cukup tinggi karena cakupan vaksinasinya rendah. "Maka kami juga akan fokus meningkatkan vaksinasi di daerah itu," ujarnya. 

    Ridwan juga menyambut baik langkah Kemenkes yang akan mengirim jutaan dosis vaksin untuk Jabar di bulan Agusts. "Itu akan meng-cover daerah yang rendah vaksinasinya," katanya.(*)