Menko Marinvest Apresiasi Penanganan DAS Citarum

oleh:

TEMPO.CO

Selasa, 7 September 2021 17:18 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFOJABAR-Program penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dinilai sudah berjalan dengan baik. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Satgas Citarum Harum Bandung, Selasa 7 September 2021. 

    Pada kesempatan itu, Luhut berserta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau sejumlah titik DAS Citarum, di antaranya TPSA Cicabe, dilanjutkan Jajaway Cidurian dan berakhir di kantor Satuan Tugas Citarum. 

    Luhut mengaku terkesan dengan kemajuan Citarum Harum meskipun pandemi, perbaikan kualitas air melampaui target. “Saya senang sekali tenyata tadinya target kita ini cemar sedang,  tapi sekarang airnya sudah cemar ringan. Jadi programnya saya kira berjalan dengan baik," ujar Luhut berdasarkan rilis resmi tim Humas Jabar. 

    Dia berharap kualitas air DAS Citarum dapat lebih baik lagi mendatang dan pada 2025 mencapai target yang diharapkan. Hasil menggembirakan ini akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.  "Kita update lagi semua, nanti kita akan lapor Presiden karena ini juga programnya Presiden dari tiga tahun 2018. Kita berharap ini akan selesai," kata Luhut. 

    Selain itu, dia mengapresiasi inisiatif Gubernur Jawa Barat dan kolaborasi tim satgas di antaranya dengan TNI/Polri serta para komandan sektor. "Saya kira ide-ide dari Pak Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) dan semua tim juga bagus. Pangdam, kapolda dan dari komandan sektor menurut saya sangat membantu. Sehingga apa yang saya lihat tadi masih bisa berkembang ke depan ini," ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan saat ini kualitas air Citarum dapat menjadi cemar ringan. Padahal target awal yaitu dapat tercemar sedang."Waktu kita mengawali poinnya hanya 33 secara ilmiah yang berarti tercemar berat. Target kita di 2020 sebenarnya hanya tercemar sedang. Tapi berkat kerja luar biasa  kami melewati status cemar sedang di poin 40, dan hari ini statusnya cemar ringan," katanya. 

    Selain itu, mutu air Citarum juga menunjukan kemajuan yang nyata. Di mana saat ini sudah masuk dalam kelas dua, di mana ikan-ikan memungkinkan hidup dan masyarakat bisa menggunakannya untuk berenang. "Saya apresiasi kinerja semua pihak," ujarnya.

    Ridwan melanjutkan, terdapat 36 ribu hektare lahan kritis di sepanjang aliran DAS Citarum yang dihijaukan. Angka ini di atas dari target 2021 yang hanya 15 ribu ha. Target 2025 ada 90 ribu lahan dihijaukan. Kemudian pengelolaan sampah juga sudah mencapai 2.700 ton per hari. 

    Berikutnya penanganan keramba jaring apung melebihi target yakni dari 28 ribua menjadi 33 ribu. Sedangkan untuk pengelolaan sumber daya air dan pariwisata, luas volume dan genangan air yang sudah dibereskan mencapai 90 persen dari target 70 persen. "Dua lagi belum mengejar target, baru tercapai setengahnya untuk penambahan air baku karena kualitas air memang belum memadai," tuturnya. 

    Sedangkan dari lima destinasi wisata namun baru dua terealisasi. Dari sisi penegakan hukum, ada 131 kasus pengaduan. Dari jumlah tersebut 15 kasus sudah diputus pengadilan pidana dan sanksi administrasi ada 70 kasus. 

    "Penegakan hukum ini sebenarnya targetnya memang agak susah dikualifikasi apakah banyak pengaduan berarti berprestasi atau sedikit pengaduan berprestasi karena jangan- jangan mereka sudah taat dan tak ada laporan masyarakat lagi kan bisa dihitung sebagai prestasi juga," katanya. (*)